Emm.. lama juga nggak posting tulisan. Karna sibuk dengan ini itu yang nggak jelas sekali pokoknya. Nggak terasa ya udah kelas 12 SMA. Bersyukur sekali aku waktu ini tersa begitu cepat berlalu. Menjalani hari demi hari dengan senyuman yang (emm terpaksa). Iya aku terpaksa harus tersenyum karena ini tuntutan peran yang harus aku lalui. Rentetan peran ini harus aku lalui yang menurutku sangat melelahkan. Sudah saatnya aku mengejar mimpi-mimpiku. I'm a dreamer. Aku seorang yang banyak sekali bermimpi. Iya, karena mimpi itu geratissssss !! dan harga antara mimpi besar dan mmpi yang kecil itu sama. Makanya aku memilih mimpi yang besar. Nggak ada undang-undang yang melarang kita untuk bermimpi kok.
Aku mencoba menyikapi kegagalan yang terjadi belakangan ini dengan hati yang ikhlas karna mungkin itu bukan jalanku. Aku sekarang juga harus sedikik berpikir dewasa mulai ngalah sama temen2ku, ngemong mereka yang belum bisa berpikir dewasa, dan yang paling penting aku harus mulai memahami norman.
Emm.. mungkin norman memang orangnya seprti itu, sumpah cueknya ra ketulungan. Ya itulah norman.
Pokoknya aku akan slalu mencoba tegar untuk menjalani hari-hari kedepan. Keep Fight !!
Aku belajar bagaimana mengerti tentang apa yang kau semaikan di dasar relung
hingga mengendap menjadi kerak yang berbatu. Mencari bagaimana mestinya menjadi
baik dan baik dan tentu saja terbaik, untuk siapa lagi, tentu saja kau.
Aku menyangkal segala suara yang memuncak di ujung lidahku, menghalanginya
keluar di hadapanmu, amarah tentang keegoisan, bahkan aku mulai takut ketika
ini akan berujung menjadi apatisme yang justru membuatmu berlari menjauhiku.
Aku ingin mengerti bagaimana besar usahamu menuntunku juga, menunjukkan
padaku jalan terang menuju ruang kecil bertitik jendela noda putus asa, karena
kau tahu, tanpamu, tanpamu, sampai kapanpun aku tak akan pernah mencapainya.
Obituari membayangiku di tiap hirup nafasku, membayangkan bagaimana aku
harus pergi sungguh menyesakkan. Dengan kepastian yang tak jua kau pastikan
jadinya. Kau menggantungku, begitu kiasannya, tapi benarkah.
Sungguh, aku hanya menginginkan satu pasti, satu yang membuatmu membuka mata
bahwa sekalipun aku telah memilikimu ada sebuah baja tebal di antara kita, yang
bahkan Dewi Aprodhit dan merpatinya tak mempu melewati tembok itu.
Kau, kau lah yang bisa mencairkannya dengan amarah kasihmu untuk membuatku
meraih jemari lentikmu, mengecup dagumu dan berkedip di hidungmu.
Kumohon, ambil saja segala asaku ini, ambil. Tanamkan pada batinmu yang
goyah akan masa lalu yang tak berujung baik. Kumohon,jangan buat aku terseok
menunggu buliran pasir beralih dari sisi jam pasir yang bahkan tidak berdiri
tegak, sampai kapan.
Cemburuku membutakanku terkadang, kau tahuu ini menyulitkan langkahku. Kau
tahu, jangan berlaga menjadi si bisu yang bertuan tuli. Katakan padaku, kau
mendengernya, yaa, kau melihatku, melihat bagaimana usahaku.
Datangi aku, rangkul aku, ambil hatiku. Sepenuhnya milikmu jika kau bisa
menggenggam apa yang merpati setiakan pada pasangannya ketika musim kawin.
Buktikan bahwa kau melebihi simbol cinta yang diberikan Venus kepada Merpati,
bahwa kau akan setia pada ada yang kau janjikan, dalam sumpahmu.
Jika tidak, pergilah saja. Aku tak ingin terlalu lama lagi.
Tidak.
Apakah aku harus mengubur sedalam-dalamnya bunga yang sedang
bermekaran ini?? Aku jadi takut. Ya takut untuk
berdiri di atas tebing yang curam. Sendiri, diterpa angin dan badai. Mereka tak mau bersahabat denganku. Mereka yang selalu mencoba merobohkan badanku.
Aku bukanlah orang yang kuat. Aku hanya seorang munafik yang hanya mencoba untuk selau tertawa, menyembunyikan rasa (kecewa), mungkin. Aku hanya menyembunyikan rasa sedihku yang
selalu datang tanpa diundang. Taukah kau?? Ketika malam datang mereka mengetuk pintu rumahku. Selalu, hampir setiap malam hari. Sebenarnya aku tak ingin membukakan pintu. Tapi apa daya aku? Tanganku selau bergerak. Membuka pintu. Aku sebenarnya benci dengan itu. Aku ingin
tertawa lepas. Ingin aku rasanya kuletakkan kepalaku dibahumu. Aku tak pernah minta beban yang ringan pada Tuhan tapi aku selalu berdoa
“Semoga Tuhan menguatkan pundakku”.
Aku berpikir, kenapa aku ada??
Karna Tuhan memberiku rasa sukur yang hebat untuk menghadapi
semua ini, maka aku ada.
Aku dulu, pernah lihat tulisan di salah catatan teman di FB. Kemudian aku ambil catatan itu. Aku lupa milik siapa FB itu. Beginilah kira-kira catatannya :
“Ya ukhti..izinkanlah aku menghempaskan pandanganku dari dirimu, memalingkan dari pandangan khianat,aku takut terkena laknatullah, Sholehah..sebongkah hati yang telah diciptakan-Nya ini kuselipkan di tulang rusukmu, agar dekat disebelah hatimu, bukan disebelah empedu yang pahit penuh dengan nafsu.. Cantik..sungguh aku takut Allah akan cemburu padamu,lebih mengutamakanmu dari pada-Nya, aku trima kehilanganmu daripada kau menjauhkanku dengan Dia, senjaku..Aku takut Allah tidak memperkenankan kau sebagai akhir penantianku dihari tua kelak, Mendampingiku membuka lembaran foto album kenangan ,rekaan dunia yang tak berporos waktu.. ukhti..Bila kau bukan milikku.., aku seraya berdo'a.."Ya rabb,kikislah rinduku yang tlah kutitipkan pada fajar yang masuk dari celah jendela kamarnya tuk menegarkan ia mengawali hari, dan apabila mimpinya dan anganku tak sejalan maka tegakkanlah hatiku yang tlah rapuh karena melihat senyum pedih berlinang air mata tanda perpisahan darinya, Bila memang bukan namanya yang kusebut dalam janji setia suciku,maka Cucilah hatiku yang tlah terukir namanya ya rabb, dengan buih-buih air yang ada dilaut," Ukhti.. Satu kata yang perlu kau ingatAku cinta kamu karena Allah........”
Sewaktu membaca tulisan tersebut, aku benar-benar merinding dan ingin meneteskan airmata. Aku bertanya. Apakah tulisan tersebut berasal dari dalam hati ataukah hanya tulisan biasa semata. Tapi bila tulisan tersebuat berasal dari hati seorang lelaki, aku salut dengan lelaki yang menulis catatan itu. Berarti bagi lelaki tersebut, wanita yang dicintainya itu sangat-sangat istimewa. :)
Aku akan bercerita tentang suatu hal. Emm, sedikit lucu sih.
Suatu ketika ada seorang temanku, sebut aja namanya Isti. Isti bercerita tentang kelucuan kakaknya yang lelaki yang baru saja menikah. Namanya Mas Roni. Mas Roni itu kerja di Kalimantan terus dia menikah dengan temen smp’nya sebut saja namanya Mbak Widya. Mbak Widya bener-bener masih polos. Sewaktu mereka akan menikah, Mas Roni mengajak Mbak Widyauntuk menyebarkan undangan pernikahan mereka. Tetapi Mbak Widya tidak mau dengan alasan sibuk. Kemudian Isti menanyakan kenapa tidak mau boncengan dengan Mas Roni. Mbak Widya baru bercerita, bahwa dia tidak mau boncengan dengan orang yang belum jad mahromnya. Apalagi berpegangan tangan. Itu perinsipnya. (Subhanallah, masih ada seorang wanita yang seperti itu).Benar-benar seorang bidadari.
Kemudian setelah ia meniikah, masak Mas Roni nggak mau menggandeng Mbak Widya. Kata Isti, sampai semuanya pada ketawa dan bilang “Nggak papa, udah halal itu. Nek tangane nggak mau dipegang, besok tak bilangin bapaknya !” terus pada ketawa lagi. Katanya wajah Mas Roni dan Mbak Widya sampai merah gitu dan malu-malu.
Ya ampun, so sweet banget deh mereka itu. Aku juga pengen seperti itu. Aku ingin semuanya indah pada waktunya. Aku berusaha menjaga ini Tuhan. Tapi kumohon ampuni aku yang tak sempurna ini. Lindungi aku didalam aku melangkah. Dan akuu sekarang bertanya pada-Mu Tuhan. Apa akku salah mencintainya?? Apakah haram bila aku memikirkannya?? Menyebut namanya??Tapi bukankah cinta itu sebuah anugrah yang Engkau berikan??
Aku bimbang dengan berbagai pertanyaan yang melayang dalam otakku. Aku bingung. Aku ingin cinta yang halal Tuhan. Mencintainya karena-Mu. Bukan karena nafsu semata.T_T
sedikit waktu yang kau miliki
luangkanlah untukku
harap secepatnya datangi aku *courtesy of LirikLaguIndonesia.Net
sekali ini ku mohon padamu
ada yang ingin ku sampaikan
sempatkanlah
* hampa, kesal, dan amarah
seluruhnya ada di benakku
andai seketika hati yang tak berbalas
oleh cintamu
** ku ingin benar melampiaskan
tapi ku hanyalah sendiri di sini
ingin ku tunjukkan pada siapa saja
yang ada bahwa hatiku kecewa
seperti menunggumu di sini
seperti seharian
berkali ku lihat jam di tangan
demi membunuh waktu
tak kulihat tanda kehadiranmu
yang semakin meyakiniku
kau tak datang
repeat *
repeat **
repeat *
repeat **
Aku bisa mengambil kesimpulan tentang sebuah hubungan.
vFirst, awalnya waktu ada seorang cowok yang mau pedekate dengan cewek yang ia taksir. Selalu sok manis, sok perhatian, sok selalu ada buat si cewek.Berusaha agar si cewek respect dengan si cowok.
vSecond, setelah segala kekuatan mondar-mandir sana sini akhirnya si cewek klepek-klepek dalam pelukan si cowok. Tapi si cowok sering nyakitin si Cowok.
vThird, endingnya setelah pacaran beberapa bulan. Si Cowok bosen karena udah berhasil nyosor si cewek dan ada yang lebih baik dari si Cewek. Si cowok pun ingin mengakhiri hubunagn mereka.
Cewek berkata “kok kamu gitu yang? Setelah apa yang aku berikan semuanya kepada kamu. Kamu mau ninggalin aku?. Kata si cowok “maaf yang, nggak bermaksud aku, tapi kita sudah nggak cocok!!”
Dan akhirnya THE END.
Begitulah cerita rata-rata kebanyakan anak muda. Jangankan anak muda yang baru pacaran. Orang yang sudah dewasa pun yang sudah berpuluh-puluh tahun menikah. Bisa kok cerai cuma gara-gara masalah sepele.
Semua status hubunagn ada resikonya, kalo kita nggak mau ambil resiko ya nggak usah menjalani sebuah hubungan dong.
Tau kenapa aku nggak mau “melakukan sesuatu” dengan orang yang belum jadi suamiku?? Aku menjaga kehormatanku hanya untuk seseorang kelak. Meskipun kita sering berantem juga Cuma masalah ke-egoisan kita masing masing. Tapi aku menyayangimu. Sungguh. Rasa yang sangat sederhana berasal dari hati seorang Jheje. “AKU MENYAYANGIMU KARENA ALLAH, NOOR RAHMAN”. Setererah apakah kamu Cuma mau mainin aku atau enggak, orang mau bilang apa. Kamu mencinta orla meskipun orla itu justomat. Kamu selalu atos sama aku. Aku nggak pedulli dengan semuanya. Ini tulus dan “daun yang jatuh dari pohonnya tidak pernah menyalahkan angin” kira-kira seperti judul sebuah buku. Iya, melakukan semuanya dengan ikhlas dan tidak pernah menyalahkan TUHAN. Apa pun itu. Aku berusaha.Tak tau kenapa, tapi karna aku mempunyai rasa yang terlanjur indah untukmu. :)